salammu, pintu keselamatanmu

adikku, aku bangga padamu karena engkau begitu rajin beribadah, tulisan-tulisanmu juga indah berisi pesan dan ayat-ayat suci, dan engkaupun sangat berbakti kepada ibu bapakmu.
tapi ada satu kekuranganmu, dan itu bisa membuat hatimu keras membatu.
yaitu, engkau tidak menjawab salam dari saudaramu, bahkan kalaupun engkau memberi atau menjawab salam, salammu sangat jauh dari sempurna.

adikku, salam bisa menjaga silaturrahim, menjadi pengikat dirimu dan saudaramu sesama muslim, menghaluskan budi dan hatimu, mencairkan emosimu. dan bukankah persaudaran muslim itu begitu hangat dan indah karena adanya anjuran memberi dan menjawab salam.
satu sama lainnya mendoakan keselamatan, rahmat dan berkah.

tapi adikku, kenapa sikap tuntunan Rasulullah tsb lenyap dari dirimu ?
kenapa engkau enggan menjawab salam ?
kenapa engkau memberi salam seolah engkau enggan ?
engkau memberi salam dengan ucapan “ass”,
sungguh, engkau tidak ikhlash mendoakan keselamatan pada saudaramu itu..
yang akibatnya, temanmu pun menjadi tidak ikhlash mendoakan agar engkau juga berada dalam keselamatan.

janganlah perbuatan yang engkau kira sepele ini menjadi sebuah kebiasaan.
sambutlah salam saudaramu, betapapun kondisi kamu.
jawablah salam saudaramu, walaupun engkau sedang enggan berbincang dengannya.
dan betapapun engkau marah padanya, menjawab salam adalah kewajibanmu.
doa keselamatan saudaramu itu seakan enggan mendekatimu karena engkau sendiri menolaknya.

semoga menjadi lembut hatimu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s