kamu orang yang beruntung [hei.. kamu juga]

kamu bisa kuliah sampe tamat,
padahal kamu tau, ibumu yang sudah tua itu [yg sangat kamu cintai] hanya mengandalkan uang pensiun yg jumlahnya tidak seberapa,
sudah tamat, kamu punya keahlian yg bisa ngasilin duit tanpa perlu ngemis kerjaan,
dan sekarang kamu bisa makan 3x sehari dengan sisa yg lebih untuk bisa beli baju ataupun pergi jalan2 untuk mengisi waktu penatmu.
kamu sungguh beruntung…

pernah kamu menangis berdoa merintih meminta belas kasih Tuhanmu karena bayaran uang kuliah kamu sudah hampir telat,
ternyata setelah berdoa, tiba2 saja ada orang yg memberimu sejumlah uang.
padahal gak ada orang yg tau kl besoknya adalah hari terakhir kamu bayar uang kuliah,
bahkan doamu pun hanya diucapkan dengan lirih karena menghiba mengharap pertolongan Allah,
ternyata Tuhanmu sangat menyayangi kamu.
tangismu mungkin telah membuat Tuhanmu iba.

dan itu artinya, kamu adalah manusia yang beruntung.

kamu sering berdoa selesai habis shalatmu untuk dijauhkan dari berhutang.
walaupun uang didompetmu tinggal se-ceban, kamu yakinkan dirimu kalo pertolongan Allah akan segera datang tanpa perlu berhutang.
dan betul kan ? tiba2 saja uang proyek2mu yg macet itu tiba2 cair.
atau, … ada saja nikmat lain yang kamu dapatkan, yang bisa menghapus kegalauan kamu.
maka karena itu kamu merasakan nikmat Allah yg begitu besar, dan kamu sujud tersungkur.

kamu… sungguh beruntung.

menurut catatanmu, ada beberapa doamu yang merasa belum diqobul.
walaupun kamu bukan akuntan, tapi soal itung2an begini kamu memang teliti.

hei … bukankah nikmatmu sudah begitu banyak ?
kamu bisa nginternet 24jam nonstop, bisa beli dvd2 favorit kamu, bisa nyicil tagihan rumahmu, bahkan ada beberapa proyek lumayan besar di depan kamu…
lalu kenapa kamu terfokus memikirkan 1 atau 2 permintaan yang belum kesampaian?

apakah sudah kamu hitung berapa banyak dosa kamu ?

heh… evaluasilah dirimu..

doamu belum diqabul mungkin karena doamu melebihi periuk yg telah Allah siapkan untukmu.
atau mungkin, kamu belum cukup siap mendapat nikmat yg sebesar itu.
atau, Allah masih mempersiapkan dirimu, menggembleng sifat sabarmu, menyuruhmu untuk lebih tawakal dan takwa, supaya kamu pantas untuk sebuah anugrah sebesar itu.
hehe.. aku tahu maumu. yg itu kan … ?

sekarang coba kamu lihat sekelilingmu..
apakah kamu lupa?
ketika perjalananmu keluar kota, bukankah kamu selalu memperhatikan orang2 desa yg bersahaja..
bahkan mandi, nyuci, dan buang hajat di kali yg sama ?
lalu lihat dirimu ?
bukankah kamu punya toilet yg berukuran 2×3 meter, dengan bak dan air yg selalu bersih, bahkan di dalamnya selalu harum ?
nikmat mana lagi yg mau kamu dustakan ?
jadi …
sudahlah,…

bertobatlah… atas dosa2 yang pernah kamu lakukan.
ampunan Allah lebih luas daripada murkaNya.
rahmat Allah lebih luas dari siksaNya.
kalau kamu bertobat, niscaya Allah akan menyayangi kamu.
kalau kamu sudah mendapat kasih sayang Allah, ..
maka Allah tidak akan menyepelekan doa orang yang sabar.
bahkan Allah sudah tahu apa saja kebutuhan kamu, walaupun engkau malu memohonnya.

jadi, … kamu itu ….
manusia yg sangat beruntung kan ?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s