orang baik akan mendapatkan orang baik pula ?

oooOOOOoooo

tergelitik ketika baca sebuah judul artikel di multiply beberapa hari lalu, “orang baik akan mendapatkan orang baik pula”

kita lihat di surat an-nur 26:
“perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)…”
apakah ayat 26 surat an-nur merupakan sebuah keniscayaan bahwa perempuan yg baik “otomatis” akan berpasangan laki-laki yg baik, vise versa ?

kalau kita baca kisah2 nabi juga orang2 shaleh jaman dahulu, memang tidaklah separarel itu. tidak seideal itu, bahwa yg baik akan berpasangan dgn yg baik.

kita lihat lebih dulu kisah nabi nuh dgn istrinya (wafilah), dan nabi luth

“Allah membuat istri nabi nuh dan istri nabi luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. keduanya berada di bawah ikatan pernikahan dengan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba kami. lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suami mereka, maka kedua suami mereka itu tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari siksa Allah, dan dikatakan kepada keduanya: ‘masuklah kalian berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk neraka’.” (at-tahrim: 10)

nabi nuh
nabi nuh merupakan keturunan kesembilan dari nabi adam dan ketiga dari nabi idris ayahnya bernama lamik bin metusyalih bin idris. nabi nuh
hidup selama 950 tahun. ia mempunyai istri bernama wafilah dan empat orang putra, yaitu syam, khan, yafits, dan kan’an.
nabi nuh termasuk salah satu rasul dalam kelompok ulul azmi (orang yang mempunyai kemauan yang kuat dan teguh), karena kesabarannya dalam menghadapi kaumnya.
ia berdakwah selama 5 abad dan menghadapi kaumnya dengan sabar dan bijaksana. siang dan malam, ia terus berusaha mengajak mereka kembali beribadah kepada Allah swt. disebutkan oleh ibnu abbas bahwa istri nabi nuh berkata kepada orang-orang: “nuh itu gila”. bila ada seseorang yang beriman kepada nabi nuh, ia pun mengabarkannya kepada kaumnya yang dzalim lagi melampaui batas. ketika datang azab berupa banjir, istrinya serta seorang anaknya, kan’an, tewas tenggelam karena menolak untuk mengikuti nabi nuh.

nabi luth
nabi luth adalah kemenakan nabi ibrahim. ia mengikuti ajaran agama yang dibawa oleh pamannya.
ia menemani ibrahim melakukan hijrah serta membuka usaha peternakan. setelah meraih kesuksesan dan kekayaan, mereka membagi usaha peternakannya. nabi ibrahim berusaha di sebelah barat palestina, sedangkan luth tinggal di sebelah timur palestina, dekat kota sodom. ke kota inilah luth diutus oleh Allah untuk meluruskan kaumnya yang bejat karena berhubungan badan sesama jenis kelamin. karena tidak mengindahkan peringatan Luth, kaumnya ditimpa bencana yang pedih. keluarganya selamat dari hukuman Allah, kecuali istrinya walihah yang ingkar.
setelah bertemu dengan nabi ibrahim untuk mengabarkan kelahiran nabi ishaq serta azab yang akan menimpa penduduk sodom. para malaikat segera menuju sodom. sosok para malaikat itu menyerupai pria remaja tampan. di sodom mereka meminta izin kepada putri luth untuk bertamu di rumahnya.
luth dan keluarganya menerima dengan cemas kedatangan mereka. penduduk sodom mengetahui kehadiran mereka dan berusaha merebut mereka dari tangan luth (ingin merebu dari tangan luth karena tertarik dengan ketampanan para tamu tsb).
melihat luth cemas dan takut, para tamu itu mengaku bahwa mereka adalah malaikat
lalu mereka meminta luth, keluarga, dan para pengikutnya segera meninggalkan sodom, karena Allah akan menurunkan azab bagi kaumnya.
istri luth, walihah, berkomplot dengan penduduk yang ingkar terhadap dakwah nabi luth. ia membocorkan kedatangan tamu luth kepada penduduk sodom. ketika azab Allah akan turun menimpa desa sodom, walihah diajak luth untuk menyelamatkan diri, tetapi hati walihah terlalu sayang kepada penduduk sodom. maka walihah pun ikut tertimpa azab Allah.

Allah menakdirkan istri kedua nabi yang mulia ini justru tidak menerima dakwah suami mereka. padahal keduanya adalah teman kala siang dan malam, yang mendampingi ketika makan dan tidur, selalu menyertai dan menemani. kedua istri ini mengkhianati suami mereka dalam perkara agama, karena keduanya beragama dengan selain agama yang diserukan oleh suami mereka. keduanya enggan menerima ajakan kepada keimanan bahkan tidak membenarkan risalah yang dibawa suami mereka.

dilain pihak, ada juga istri yg shalehah tapi berpasangan dengan suami yg fasik. salah satunya adalah siti asiyah binti mazahim, istri fir’aun. walau berada dalam cengkraman fir’aun, asiyah mampu menjaga akidah dan harga dirinya sebagai seorang muslimah. asiyah lebih memilih istana di surga daripada istana di dunia yang dijanjikan fir’aun. Allah mengabadikan doanya, dan Allah menjadikan perempuan fir’aun teladan bagi orang-orang beriman, dan ia berdoa, ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim (at tahriim [66]: 11).

kita lihat di an-nur ayat 3 tertulis bahwa:
“laki-laki yang berzina tidak (pantas) mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak pantas dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau 1aki-laki musyrik”

yg mana di ayat ini lebih tegas mengandung “unsur perintah” untuk mencari pasangan yg sepadan. sehingga ayat 26 bisa dimengerti sebagai sebuah motivasi atau anjuran, dan bukan sebagai keniscayaan bahwa yg baik “otomatis” akan mendapatkan pasangan yg baik. hal ini tentunya membutuhkan sebuah ikhtiar dan juga proses seleksi. seleksi tsb menurut anjuran rasulullah ada 4 (fisik, pertimbangan materi, keturunan, dan agama). dengan kriteria agama sebagai faktor utamanya.

dan rasulullah-pun memberi motivasi untuk menjadikan agama sebagai pertimbangan yg utama :
“apabila datang lelaki shalih meminang seorang perempuan untuk menjadikannya sebagai istri, kemudian ditolak oleh perempuan itu, maka tunggulah fitnah (cobaan) yang besar akan datang menimpanya”
dan tentunya juga bagi seorang laki-laki mukmin, tidaklah pantas memilih perempuan yg tidak baik kualitas iman-islamnya ketika ada perempuan lain yg lebih baik keimanannya. hal tsb menggarisbawahi keharusan berikhtiar dan melakukan seleksi berdasarkan kriteria yg shahih.

kembali ke judul artikel yg bbrp hari ada di multiply, “orang baik akan mendapatkan orang baik pula”, …
hmmm .. sebaiknya ikhtiar dulu, baru berharap dapetin pasangan yg baik.

wallahu’alam bishawab
mohon dikoreksi apabila ada salah.

3 thoughts on “orang baik akan mendapatkan orang baik pula ?

  1. Eny Erliani

    Assalamu ‘alaikum. . . Emg iya kali, yg baik mesti dpt yg baik, yg buruk mesti nemplok sm yg buruk jg. . . Kalo di dunia yg baik dpt yg buruk, mgkn di akhrat dah disiapkan psgn yg sehrsnya. . . Wallahu a’lam bis shawab !

    Balas
  2. Diajeng

    Wa’alaikumsalam warahmatullah Eny🙂 .. semua pun tergantung pada prasangka diri kepada Sang Maha Pencipta. bila slalu berprasangka baik termasuk hal yg satu ini, maka DIA Akan Penuhi janjiNya pd diri, spanjang keta’atan diri pdNya terjaga penuh lahir batin. Tidak memilih berdasarkan indra lahir diri. Serahkan pilihan itu pdNya. Segalanya telah dikreasiNya sempurna untuk diri di dunia. Jd.. tinggal jalani saja, tanpa nafs diri dan emosi jiwa. bening, putih.. taat penuh. Wassalam,

    Balas

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s