don’t judge a book by its cover

di satu hari di hari2 terakhir ramadhan, setelah para jamaah selesai menunaikan shalat dzuhur, kemudian kami berdoa seperti biasanya.  ramadhan memang sudah mendekati penghunjung, dan bagi sebagian orang yg menikmati betul agungnya ramadhan tentu cemas, takut, rindu akan perginya ramadhan akan memenuhi setiap sudut perasaan.  apakah doa2nya akan dikabul Allah, apakah dosanya akan diampuni?

ada suara isak tangis yg terdengar di shaf kedua.  suara tangis yg lirih, yg sepertinya merupakan tangis yg tertahan dengan dada yg pasti bergemuruh menahan agar suaranya tidak sampai terdengar.  yaa… ternyata ada seorang pemuda yg sedang berdoa dengan khusyu.

terusik ? .. iya .. suara tangis seorang hamba ketika berdoa seringkali membuat kita iri.  krn perhatian para malaikat pasti sedang tertuju pada doa yg dipanjatkan oleh pemuda itu, dan semuanya pasti mengaminkan. sebuah hadits mengatakan “tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah.”

ketika kemudian perhatian tertuju pada si pemuda tadi, terlihat ada sesuatu yg menarik perhatian dari tangan si pemuda.  walaupun dia memakai baju lengan panjang, ternyata tangannya penuh dengan tato.  penuh sekali.
bahkan ketika diperhatikan lagi, ternyata lehernya pun penuh dengan tato berwarna-warni.

oooh.. rupanya cahaya hidayah mungkin sudah memenuhi ruang batinnya.
tato bisa jadi merupakan sebuah tanda, kalau pada sebuah episode hidupnya, seorang manusia pernah melakukan kenakalan.  banyak teman2 yg begitu nakalnya, tapi untuk bertato masih banyak yg mikir2 krn bisa dicap sebagai manusia super nakal oleh orang sekitarnya. sehingga apabila tetap nekad bertato, itu artinya kenakalannya sudah melewati batas normal.  begitu kira2 yg saya pahami.
tapi Rahmat Allah lebih luas daripada MurkaNya, bukan ?  mudah2an Allah mengampuni dosa2nya.  dan ketika seorang yg begitu besar penyesalannya atas dosa yg sudah diperbuatnya, begitu takut dirinya terhadap Allah, maka dia adalah seorang hamba yg mendapat kemenangan.

di lain waktu, saya pernah mengunjungi sebuah biro haji.  tujuannya adalah untuk mengajak bekerjasama dengan mereka.
pintu diketuk, dan ucap salam disampaikan pada 2 orang yg berada di di dalam kantor tsb.  satu diantarnya menjawab salam dengan ramah, dan satunya lagi [yg kemudian saya tahu adalah atasannya] hanya pasang wajah masam tanpa terucap menjawab.
mengecewakan sekali.  jangan2 atasannya bukan seorang muslim ? aah .. pasti muslim, lagian itu biro haji, masak bisa biro haji diurus oleh orang non-muslim.  dan di foto yg dipajang di sekeliling dinding, orang tsb juga menjadi pemandu jamaah koq. gak tahan hati ini untuk bergumam,  … aduuh pak, ahklak mu itu .. malu dong sama janggut.

bagi seorang muslim, menjawab salam adalah kewajiban bukan ? dan ini seringkali saya jadikan parameter dalam menentukan dalamnya pengetahuan beragama seseorang.  ketika jawaban salamnya lebih lengkap dari salam yg disampaikan, mengertilah saya kalau orang tsb sangat paham dengan agamanya, dan benar2 mempraktekannya.

dan waktu yg lain…
jam menunjukkan sudah saatnya untuk shalat dzuhur.  mushola yang ada di lereng kawah tangkuban perahu sudah penuh dengan orang2 yg hendak shalat. sangking penuhnya, belasan orang sampai rela menunggu giliran agar bisa shalat di dalam mushola.  diantara mereka terlihat beberapa orang kekar, berkulit hitam, mungkin selintas seperti sekumpulan para preman.

tapi mereka bersemangat shalat di awal waktu, dan ketika setelah shalat merekapun dengan khusuk berdoa.  sebuah pemandangan kontras apabila dibandingkan dengan orang2 yg berpakaian bersih-rapih-klimis-berdasi-betitel haji, tapi ketika adzan memanggil mereka asyik ngobrol bercengkram seolah tidak terpanggil untuk menghadap sang Rab.  bahkan tidak cuma mereka tidak shalat di awal waktu, tapi sampai adzan shalat berikutnya, mereka tetap asyik saja mengobrol dan bekerja dengan melupakan kewajiban shalat.

memang, penampilan fisik dan atribut2 yg dipakai seringkali menipu.  padahal kesan apa yg kita lihat belum tentu sesuai dengan kenyataan.

One thought on “don’t judge a book by its cover

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s