catatan perjalanan: penganten baru [?]

siang itu selepas dari acara di jakarta, langsung saya meluncur ke kp. rambutan untuk naik bis jurusan ke bdg.
duduk di dekat jendela adalah tempat favorit dalam perjalanan.  gak di bis atau kereta – selalu milih duduk di dekat jendela. pemandangan alam adalah pengusir rasa bosan sekaligus bisa menikmati kebesaran Allah atas semua ciptaanNya.
penumpang lain satu persatu naik – termasuk dua orang pengamen yg melihat ada lahan rejeki krn bis cukup penuh.
yg duduk tepat di depan kursi adalah sepasang laki dan perempuan berkerudung [yg laki gak berkerudung tentunya :d].
pasangan yg duduk di depan ini kira2 umurnya di atas 30 tahun.
si pengamen yg berdiri di dekat kursi mulai memetik gitarnya.. jrenggg..
tapi kemudian berbisik ke partnernya, apa yg dibilang gak jelas [harewos bojong adalah istilah yg tepat, gak tau istilahnya kl dlm b. indonesia].  si pengamen bisik2 sambil senyum2 nyengir setelah melihat pasangan yg duduk di kursi depan saya.  yaa… rupanya perempuan yg di depan kursi sedang menyenderkan kepalanya ke pelukan si laki2 dan si laki2 kemudian mengecup dahi si perempuan.
what a perfect trip.. [sigh].
saya baru ngerti apa yg dibisikin oleh si pengamen setelah mulai bernyanyi..
ayat-ayat cinta euy … lagunya rosa …
jadi itu rupanya, si pengamen punya ide yg bagus supaya dapet tips yg lumayan dari para penumpang [terutama dari si pasangan yg di depan tentunya :d]
walaupun gak suka film ini [genre film yg mengeksploitasi kesedihan cuma bikin ngantuk], tapi krn lagu ini sering diputer di tv dan mall2 mangkanya jadi sedikit hafal.
ya ya … romantis2an memang gak cuma bisa dinikmati orang2 borju di tepian opera house sydney ataupun duduk2 berduaan di restoran mahal dengan meja bercandle-light, di dalam bis sesak dan kursi yg sempit-pun acara romantis2an tetep bisa jalan.
karena saya lihat pasangannya sudah pantas untuk romantis2an, maka adegan tsb gak bikin hati jadi panas – mangkanya saya pikir .. cihuy .. penganten baru.
bikin panas kl terjadi pada pasangan yg masih muda, dan itu sering terlihat kalau lagi jalan2 di mall atau sedang menikmati sore sambil makan-minum di cafe.
panas, bukan karena iri tapi panas karena menyayangkan hal tersebut dilakukan oleh muda-mudi yg bukan muhrimnya.
mungkin sebagian perempuan bisa gampang hanyut dalam suasana kasih-sayang, dan laki-laki yg genit tahu betul memanfaatkan momen dan kelemahan perempuan tsb.  dan melihat kondisi tsb bisa membuat sesak orang yg melihatnya [orang yg berpenyakit sesak nafas harus berhati menjaga matanya kl lagi di cafe/mall].

tapi sekali lagi, untungnya yg di depan kursi adalah pasangan yg sudah pantas untuk romantis2an, walaupun saya harus berpikir lusinan kali untuk unjuk-pamer kemesraan di tempat publik . ntoh ..dengan pasangan yg sah.
dan gak urung, suasana di bis spt itu membuat perjalanan jadi membosankan, ditambah macet di seputar terminal sehingga membuat kantung mata jadi berat… ngantuk.

3 jam perjalanan, mata baru terbuka.  pasangan yg di depan masih tetap dengan posisinya semula, berpelukan ala film2 india.  puji syukur, Allah sudah memberikan rasa kantuk.  dan beruntung sekali ketika terbangun pemandangan kebun teh di sebelah kanan jalan begitu indah.  mata bertasbih dengan melihat kebesaran ciptaanNya lebih menyenangkan dibanding melihat adegan di depan, kan?

mudah2an pasangan yg di depan bisa awet sampe tua. dan mudah2an memang pasangan yg sah. tapi adegan tsb highly not recommended buat yg masih penjajagan. highly risked bisa ditumpangi setan [emh.. setannya malah sedang beraksi].

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s