Penanganan Flek hitam, noda hitam dan melasma

Flek hitam, noda hitam dan melasma adalah diantara problem kulit yang paling banyak dikeluhkan oleh para wanita. Secara umum 3 masalah kulit tersebut dikelompokan menjadi flek hitam saja. Laki-lakipun banyak yang mengalami hiperpigmentasi, namun biasanya lebih kurang perhatian terhadap masalahnya. Dan khusus remaja pada umumnya penyebab utama memiliki noda hitam adalah perlakuan, dan perawatan terhadap jerawat yang salah sehingga meninggalkan bekas luka. Yang kemudian terpapar oleh matahari dan tereskpose udara maka akan menjadikan bagian yang luka tersebut menghitam.

Noda hitam yang terjadi akibat luka jerawat kemudian terpapar oleh matahari adalah suatu keadaan yang disebut sebagai hiperpigmentasi post-inflamasi. Seringkali jejak yang ditinggalkan sedikit samar, tapi terkadang meninggalkan daerah hitam yang melebar. Kondisi ini juga diakibatkan oleh kulit yang mengalami kekeringan saat mengobati jerawat. Karena seperti yang pernah kita bahas di artikel sebelumnya, bahwa salah satu cara menghilangkan jerawat adalah dengan membuat daerah di sekitar jerawat supaya kering dalam usaha membunuh bakteri jerawat. Bahan-bahan pembuatnya pada umumnya terdiri dari belerang, alkohol atau asam salisilat. Oleh karena itulah selama kalian memakai obat jerawat untuk tetap memakai pelembab yang berbasis air (bukan minyak). Karena bila tidak maka akan semakin membuat kulit menderita karena kekeringan.

Sedangkan untuk flek hitam diantaranya disebabkan oleh :
1. Terpaparnya kulit oleh sinar ultraviolet.
2. Obat kontrasepsi.
3. Obat antimalaria kemoterapi kanker, dan amiodaron.
4. Focal hyper pigmentation terjadi setelah kulit terbakar atau terpotong.
5. Terjadi kontak antara kulit dengan bahan logam. Misalnya emas, bismut, perak dan merkuri.
6. Akibat phytophotodermatitis.

Untuk mengatasi flek hitam, melasma dan noda hitam, ada beberapa cara klinis yang bisa anda pilih. Bisa dengan tindakan, atau bisa juga dengan pemakaian obat topikal. Tentunya akan lebih baik anda terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter ahli.
Kecuali untuk melasma, seorang ahli dermatologis menyarankan untuk tidak menggunakan tindakan laser. [baca: cara menghilangkan bekas jerawat]

Penggunaan arbutin atau retinoid acid merupakan cara klinis yang paling umum kita ketahui. Apabila diberikan dengan komposisi yang tepat dan dipadukan dengan bahan lainnya maka akan memberikan hasil yang memuaskan. Metoda pemakaian obat topikal ini selain sangat murah, juga akan sangat efektif menghilangkan flek hitam.
Metoda lainnya adalah chemical peeling, laser, dermaroller dan mikrodermabrasi. Chemical peeling boleh jadi kurang disukai, karena seringkali pasien akan mengalami kondisi sensitif yang berkepanjangan, dengan wajah yang sangat merah akibat paparan kimiawi yang berkonsentrasi tinggi.

Mikrodermabrasi sangat populer sekarang ini sebagai pilihan dermatologist dalam menghilangkan flek hitam. Tapi seperti halnya cara laser, pasien harus mengalami tindakan yang berulang kali hingga mencapai kondisi maksimal.

Tekhnik laser adalah cara yang sangat efektif, namun sangat mahal karena harus dilakukan dengan beberapa kali terapi. Walau demikian, cara ini bukanlah cara yang instan. Pasien tetap harus menjalani terapi berulang kali hingga mencapai kondisi yang diinginkan. Da dari banyak kasus yang ditemukan, hasil akhir yang didapat pun tidak jarang banyak yang mengeluhkan. Bahkan flek semakin melebar karena kulit disekitar flek yang ikut mengalami luka bakar.

Jadi, sebelum kalian menentukan metoda menghilangkan flek yang akan dipakai, sebaiknya dipertimbangkan masak-masak. Jutaan rupiah, hingga puluhan juta uang bisa habis tanpa hasil yang memuaskan. Tentu kalian tidak menginginkan hal tersebut terjadi, kan ?

Iklan